Senin, 30 Oktober 2017

Implementasi Kurikulum 2013 di SD


         Perkembangan dunia pendidikan dari tahun ke tahun terus mengalami perubahan seiring dengan tantangan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing di era global. Salah satu permasalahan di bidang pendidikan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia, yaitu masih rendahnya kualitas pendidikan pada setiap jenjang. Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, salah satunya dengan melakukan penyempurnaan kurikulum. Saat ini, dunia pendidikan Indonesia ramai diperbincangkan mengenai penerapan kurikulum 2013. Banyak tanggapan positif dan negatif (pro-kontra) mengenai perubahan kurikulum dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi Kurikulum 2013.

• Pembelajaran Pada Kurikulum 2013

      Pembelajaran pada Kurikulum 2013 menggunakan tematik integratif, pendekatan scientific, dan juga penilaian auntentik. Tematik integrative merupakan penggabungan dari beberapa mata pelajaran ke dalam satu tema, pendekatan scientific merupakan pendekatan melalui menanya, mencoba, dan menalar, sedangkan penilaiana utentik merupakan penilaian yang mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil.
Penilaian yang dilakukan guru untuk mengisi rapor dilihat dari penilaian portofolio, rubrik penilaian, penilaian diri sendiri, dan juga dilihat dari ulangan harian atau tugas yang telah diberikan oleh guru. SKL Kurikulum 2013 berisi mengenai sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik. Implementasi Kurikulum 2013 tidak ada peserta didik yang tidak naik kelas karena peserta didik memiliki kelebihan tersendiri pada setiap kompetensi dasar, sehingga meskipun hanya menguasai satu kompetensi dasar mereka tetap bisa dinyatakan naik kelas.

• Faktor Pendukung Kurikulum 2013

         Faktor pendukung implementasi Kurikulum 2013 meliputi buku pedoman yang diberikan ketika sosialisasi Kurikulum 2013, arahan dari pengawas, fasilitas sekolah, dan sosialisasi yang diberikan oleh LPMP. Dengan adanya faktor pendukung tersebut guru-guru memanfaatkan dengan cara menggunakan buku pedoman untuk menyusun berbagai administrasi kurikulum, memanfaatkan fasilitas sekolah semaksimal mungkin untuk menunjang pembelajaran, mengikuti setiap sosialisasi yang diberikan oleh LPMP, dan mencari solusi dari setiap masalah yang dihadapi bersama dengan kepala sekolah. Apabila kepala sekolah dan guru tidak menemukan solusi dari masalah yang ada, maka kepala sekolah meminta bantuan kepada pengawas sekolah untuk mencari solusi dari masalah tersebut.

    Orang tua peserta didik dan peserta didik juga merupakan salah satu pendukung dalam implementasi Kurikulum 2013. Orang tua peserta didik memberikan dukungan dengan membantu dan mengawasi anak belajar di rumah serta orang tua mendukung adanya Kurikulum 2013 karena hal itu bisa memudahkan anak dalam belajar. Peserta didik juga merasa senang dengan adanya Kurikulum 2013 karena merek atidak merasa bosan belajar materi terlalu banyak karena pada Kurikulum 2013 materi pelajaran berisikan mengenai penggabungan dari beberapa mata pelajaran ke dalam satu tema.

• Hambatan Kurikulum 2013

        Hambatan yang dihadapi oleh pihak sekolah terutama guru dalam implementasi Kurikulum 2013 yaitu masih adanya peserta didik yang belum bisa membaca, membedakan huruf, dan angka untuk Kelas I, materi terlalu banyak dan harus diselesaikan dengan target satu tema 1,5 bulan, terlalu banyak administrasi yang harus diselesaikan, pembuatan RPP harus mencantumkan tiga pendekatan, satu RPP digunakan untuk satu kali pertemuan atau untuk satu PB, pembelajaran tidak selalu tuntas dalam satu PB padahal satu PB harus selesai dalam satu hari, guru merasa kesulitan dalam membagi waktu antara pelaksanaan pembelajaran dan administrasi, serta guru kesulitan dalam melakukan penilaian karena penilaian yang cukup banyak.




• Pemecahan Masalah Mengenai Kurikulum 2013

      Pemecahan masalah dalam mengatasi kendala dalam implementasi Kurikulum 2013 terkait dengan penilaian, guru menggunaan porto folio, penilaian kelompok, membuat rubrik penilaian, dan meminta siswa melakukan penilaian sendiri. Cara guru mengatasi masalah terkait dengan adanya peserta didik yang belum bisa membaca dan menulis yaitu dengan cara guru memberitahu perkembangan kepada wali murid untuk membantu membimbing anaknya belajar membaca dan menulis. Guru juga bisa bekerjasama dengan guru lain yang juga mengikuti sosialisasi pelaksanaan Kurikulum 2013 untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi.

        Otorisator dalam implementasi Kurikulum 2013 yaitu pengawas sekolah, kepala sekolah, guru Kelas I dan guru Kelas IV. Masing-masing otorisator juga memiliki cara sendiri dalam menangani masalah yaitu dengan memberikan motivasi, memonitoring, dan juga menyediakan dana untuk keperluan implementasi Kurikulum 2013. Memanfaatkan waktu sebaik mungkin supaya pembelajaran bisa berjalan optimal dan sharing dengan guru-guru dan kepala sekolah apabila ada kesulitan dalam implementasi Kurikulum 2013.

         Kepala sekolah memiliki penting dalam implementasi Kurikulum 2013. Kepala sekolah dalam implementasi Kurikulum 2013 memiliki peran yaitu memberikan dukungan dan motivasi, memonitoring dan menyampaikan ilmu yang diperoleh ketika mengikuti sosialisasi kepada guru-guru, selain itu kepala sekolah melakukan supervisi kelompok, yaitu dengan kepala sekolah mengadakan rapat untuk membahas kesulitan guru dalam proses pembelajaran baik untuk implementasi Kurikulum 2013 maupun KTSP. Kepala sekolah juga memberikan kesempatan kepada guru untuk meningkatkan profesinya dan mendorong guru dalam mengikuti kegiatan yang bisa menunjang implementasi Kurikulum 2013.

       Guru juga memiliki peran dalam implementasi Kurikulum 2013. Guru yang dimaksud disini yaitu guru yang melaksanakan Kurikulum 2013 dan guru yang belum melaksanakan Kurikulum 2013. Peran guru pelaksana dalam implementasi Kurikulum 2013 yaitu memberikan dukungan dan juga motivasi antar sesama guru pelaksana dan membagikan ilmu yang diperoleh ketika mengikuti sosialisasi kepada guru-guru yang tidak mengikuti sosialisasi. Sedangkan peran guru bukan pelaksana dalam implementasi Kurikulum 2013 yaitu memberikan motivasi dan dukungan kepada guru yang melaksanakan Kurikulum 2013.

     Implementasi Kurikulum 2013 tingkat SD masih dilaksanakan pada Kelas I dan Kelas VI. Kurikulum 2013 dilaksanakan untuk membentuk karakter dan keterampilan dari masing-masing peserta didik. Pemerintah memberikan sosialisasi selama implementasi Kurikulum 2013 berupa diklat untuk menunjang kelancaran implementasi Kurikulum 2013 dan supaya guru memperoleh wawasan mengenai Kurikulum 2013.

       Untuk tahun 2017 ada 157 SD yang telah melaksanakan program K13. Ada 73 Sekolah Dasar yang belum mendapatkan sertifikasi penerapan kurikulum tahun 2013. Meski demikian, Pemerintah Kota Jambi menargetkan 2018 seluruh sekolah terutama SD akan segera melaksanakannya. Berita dari www.imcnews.id 11 September 2017, 11:33:00 WIB

        Evaluasi dalam implementasi kurikulum diperlukan oleh sekolah supaya pemerintah mengetahui kendala yang dialami guru dan kepala sekolah dalam melaksanakan kurikulum karena dari masing-masing sekolah kendala yang dihadapi berbeda-beda sehingga pada implementasi Kurikulum 2103 pihak LPMP mendatangi sekolah untuk melakukan monitoring secara langsung terhadap implementasi Kurikulum 2013. Kegiatan monitoring dilakukan secara rutin untuk mengetahui apakah ada kesulitan dalam implementasi Kurikulum 2013 di sekolah yang kemudian dari kesulitan-kesulitan yang ada, pihak pemerintah atau LPMP bisa mencarikan solusi supaya masalah yang dihadapi kepala sekolah dan guru bisa terselesaikan.


           Demikian Blog saya mengenai “Implementasi Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar”. Saya hanya menilai dari garis besarnya saja, maksudnya karena saya tidak memiliki pekerjaan langsung ke SD, dan hanya ini yang bias saya sampaikan. Mohon kritik maupun saran untuk Blog ini. Terima kasih telah membaca serta berkomentar. Semoga Bermanfaat.

47 komentar:

  1. Implementasi Kurtilas bertahap dengan tujuan agar komponen kurikulum dapat disesuaikan dan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan tahap berikutnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa benar bpak .. semoga kurikulum yang di tetapkan bisa terlaksana dengan baik

      Hapus
  2. Implementasi K13 Guru Dituntut untuk lebih meningkatkan kinerjanya. Mohon penjelasannya sedikit pandangan buk difa bagaimana cara yang lebih afekrif untuk meningkatkan kinerja seorang guru.:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. guru harus selalu berusaha untuk melakukan hal-hal berikut untuk meningkatkan profesionalismenya yaitu memahami tuntunan standar profesi yang ada, mencapai kualifikasi dan kompetensi yang dipersyaratkan, membangun hubungan kesejawatan yang baik dan luas termasuk lewat organisasi profesi sesama guru, mengembangkan etos kerja atau budaya kerja yang mengutamakan pelayanan bermutu tinggi kepada konstituen dan mengadopsi inovasi atau mengembangkan kreativitas dalam pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi mutakhir agar senantiasa tidak ketinggalan dalam kemampuannya mengelola pembelajaran.

      Hapus



  3. Setiap kurikulum(k 13)pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. oleh karena kita harus tetap mendukung upaya pemerintah untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia demi menciptakan peserta didik yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia dan sesuai dengan pancasila demi memenuhi perkembagan zaman.

    Kurikulum 2013 adalah kurikulum

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya benar ibu, Kurikulum 2013 (K-13) adalah kurikulum yang berlaku dalam Sistem Pendidikan Indonesia. Kurikulum ini merupakan kurikulum tetap diterapkan oleh pemerintah untuk menggantikan Kurikulum-2006 (yang sering disebut sebagai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang telah berlaku selama kurang lebih 6 tahun.

      Hapus
  4. Evaluasi pada implementasi k13 memang harus dilakukan,untuk mengetahui apa kendala yg dihadapi guru dlm pelaksanaannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bu rika, dari pemerintah, kepala sekolah serta teman sesama guru saling mendukung itu kelancaran K13 ini

      Hapus
  5. ass, untuk meminimalisir permasalahan diatas bagaimana kiat kiat dan solusi yang dilakukan guru dalam mengatasi masalah diatas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikumsalam, msalah yang saya jabarkan mengenai anak peserta didik yang belum bisa baca dan tulis, solusinya dengan cara guru memberitahu perkembangan kepada wali murid untuk membantu membimbing anaknya belajar membaca dan menulis. Guru juga bisa bekerjasama dengan guru lain yang juga mengikuti sosialisasi pelaksanaan Kurikulum 2013 untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi.

      Hapus
  6. Kurikulum 2013 membuat peserta didik menjadi lebih aktif dalam pembelajaran, tetapi tidak semua anak bisa aktif dalam pembelajaran. Bagaimana menurut anda menumbuhkan keaktifan anak yang tidak tertarik terhadap pembelajaran saat itu??

    BalasHapus
    Balasan
    1. k13 membuat sistem pembelajaran aktif dengan menggunakan tema pada semua pembelajaran, jadi mereka akan merasa tertarik dengan pembelajaran yang diajarkan guru nya , bila siswa yang kurang aktif kita dekati dan kita bimbing lebih serta minta tolong kepada org tua murid utk dpat membimbing anaknya juga drmh .

      Hapus
  7. untuk memudahkan orang tua dalam membantu dari pemantauan pelaksanaan kurikulum 2013, perlu ada sosialisai terhadap orang tua tentang apa dan bagaimana kurutilas tersebut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mmg seperti itu seharus ny pak syaiful . Krna org tua juga tdk paham apa saja yg di lakukan bila di sekolah menggunakan k13 . Makany ad juga sosialiasi utk org tua yg dpat membntu terlaksana k13 dgn baik yaitu dgn cara memperhatikan ank didik di rmh masing2 agar ank aktif belajar .

      Hapus
  8. Guru harus peka terhadap perubahan perubahan termasuk perubahan kurikulum, jangan kalah sama murid yang semangat belajar, guru juga harus ttp semangat belajar

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya benar pak rezi, murid aja semngat belajar masak kalah sama gurunya . jadi seharusnya murid dan guru sama2 belajar :)

      Hapus
  9. Guru harus peka terhadap perubahan perubahan termasuk perubahan kurikulum, jangan kalah sama murid yang semangat belajar, guru juga harus ttp semangat belajar

    BalasHapus
  10. Assalamualaikum Difa ....sangat menarik artikel yang Difa tuliskan walaupun Difa tidak pernah melaksanakan kurikulum 2013 tapi difa sudah mendapatkan gambaran bagaimana sebenarnya kurtilasnya itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikumsalam ibu, terimakasih sudah membaca. difa cuma punya pengalaman dlu ppl di SMA dan masih menggunakan KTSP. tetapi difa kadang sharing sm temen2 guru yg menggunakan K13 disekolah mereka masing2. jdi pling tidak, difa tau sedikit tentang K13 ini

      Hapus
  11. Saya setuju dengan artikel yang ibu difa buat, karena Orang tua peserta didik memberikan dukungan dengan membantu dan mengawasi anak belajar di rumah serta orang tua mendukung adanya Kurikulum 2013 karena hal itu bisa memudahkan anak dalam belajar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ibu monic, karena dsni peran orang tua juga ada selain guru, kepala sekolah dan pengawas dalam pelaksanaan K13

      Hapus
  12. Saya setuju dengan artikel yang ibu difa buat, karena Orang tua peserta didik memberikan dukungan dengan membantu dan mengawasi anak belajar di rumah serta orang tua mendukung adanya Kurikulum 2013 karena hal itu bisa memudahkan anak dalam belajar.

    BalasHapus
  13. Untuk pemecahan masalah dalam implementasi kurikulum 2013 diperlukan pendampingan dari pihak-pihak yang sudah memahami tentang implementasinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya benar bpak, sperti sekolah yang sudah menjalankan K13 dengan baik menurut penilaian pemerintah maupun pengawas.

      Hapus
  14. iya bu wulan, bila guru mau juga berusaha mengubah minset pembelajaran KTSP menjadi K13 maka tidak mgkin guru itu tidak bisa menjalankannya dengan baik.

    BalasHapus
  15. Anda katakan tadi satu tema harus terselesaikan dengan jangka waktu 1,5 bulan. Seandanya Jika satu tema tidak dapat terlaksana sesuai dengan target bagaimana dan apa yg harus dilakukan

    BalasHapus
    Balasan
    1. bila kita sudah tau bhwa 1,5 bulan harus menyelesaikan satu tema maka guru harusnya berfikir bgaimana cara nya tema itu slesai sesuai dengan kputusan awal.

      Hapus
  16. Perubahan kurikulum KTSP menjadi kurikulum 2013 ini memang merupakan suatu langkah maju dari pemerintah Indonesia untuk menciptakan generasi yang lebih baik dan berkualitas. Baik dan berkualitas ini ditinjau dari segi penguasaan pengetahuan, penguasaan keterampilan, dan juga dimilikinya karakter yang mampu memperbaiki citra bangsa Indonesia yang bermartabat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa benar sekali bu merisa, bila kurikulum blom dirubah menjadi lebih baik maka proses pembelajaran indonesia akan tertinggal degn negara maju lainnya.

      Hapus
  17. Dalam rangka implementasi kurikulum 2013, memang seluruh elemen yang terlibar harus mampu membangun kerjasama seperti guru,kepala sekolah,pengawas,instruktur k13,dan dinas pendidikan harus sinergi untuk menyukseskan k13 agar hasilnya maksimal .

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya benar bapak, implementasi ini tidak akan berjalan sempurna bila ada elemen yang tidak berfungsi dengan baik

      Hapus
  18. Bagi kita guru wajib untuk meningkatkan kompetensinya walaupun sebentarlagi mereka mau pensiun, selagi masih menjadi tenaga pendidik...trimk...wslm...

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul pak, semangat guru2 indonesia untuk menjadi lebih baik

      Hapus
  19. assalamualaikum ibu diva memang benar selain dari hambatan yg di hadapi oleh pihak sekolah terutama guru dalam implementasi kurikulum 2013 yaitu masih adanya peserta didik yg belum bisa membaca, membedakan huruf dan angka untuk kelas 1,dan materi juga terlalu bnyak dan harus di selesaikan serta pembuatan RPP juga mencamtumkan tiga pendekatan dan keterlambatan pendistribusian buku2 dan ketergesa-gesaan penerapan menyebabkan ketidaksiapan penulisan,pencetakan dan peredaran buku sehingga menyebabkan berbagai permasalahan diribuan sekolah akibat keterlambatan atau ketiadaan buku trsebut ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wlaikumsalam ibu susi, tetapi bila semua elemen bisa sling membantu maka k13 ini bisa berjalan dengan lancar sesuai dengan yang kita harapkan

      Hapus
  20. Pada postingan anda bahwa tidak ada siswa yang tidak naik kelas,setujukah anda dengan keputusan begitu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju ibu, karena bila siswa ad yg tidak naik kelas maka mental dari siswa tsb akan terganggu. dilihat dlu dari segi kenapa dia bisa tidak naik kelas bu.

      Hapus
  21. Di atas dijelaskan bahwa Pembelajaran pada Kurikulum 2013 menggunakan tematik integratif,jadi yang di maksud sistem pembelajaran tematik,integratif itu apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pembelajaran Tematik Integratif Pada Sekolah Dasar. Eureka Pendidikan. Pembelajaran tematik integratif (terpadu) pada kurikulum 2013 adalah pembelajaran yang diterapkan di SD dengan memadukan berbagai mata pelajaran yang memiliki tema yang sama.

      Hapus
  22. Assalamualaikum Difa...
    Setelah uni baca artikel Difa sangat menarik sekali cuma ada sedikit koreksi dari uni bahawa tema itu diperuntukkan untuk 1 bulan satu tema bukan 1,5 bulan demikian dek Difa terimakasih......

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikumsalam ibu yesi, oke siap ibu terimakasih atas koreksi nya

      Hapus
  23. Kurikulum 2013 memang marupakan upaya untuk meningkatkan proses pendidikan yang dilakukan oleh guru guna mewujudkan cita cita bangsa dengan model pembelajaran tematik terpadu dengan konsep pembelajaran bebasis saintifik dilengkapi dengan penilaian kontektual yang memang memerlukan pemahaman dan keterampilan guru, tidak dapat dipungkiri dalam implementasinya banyak menghadapi masalah untuk mengatasi nya perlu kebersamaan dan bukan saling menyalahkan intinya guru tidak boleh menyerah dengan masalah yang dihadapi toh ini adalah masalah bersama

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya benar kata bpak, semua pasti menghadapi msalah utk mnjalankan K13 ini dengan baik. bila bersama2 berjuang maka tidak ad lagi yg tidak mungkin proses pembelajaran dapat lebih baik dri sebelumnya.

      Hapus
  24. Tp sayang dari pihak LPMP belum pernah mengunjungi secara lgsg sekolah kami, meskipun mungkin sebagian besar sekolah2 d luar kota sdh d kunjungi, kalau memang pihak LPMP bersedia dtg,, kami sangat berharap sehingga keluhan apa saja yg ada d sekolah kami bisa d sampaikan masing2 guru

    BalasHapus
  25. Tp sayang dari pihak LPMP belum pernah mengunjungi secara lgsg sekolah kami, meskipun mungkin sebagian besar sekolah2 d luar kota sdh d kunjungi, kalau memang pihak LPMP bersedia dtg,, kami sangat berharap sehingga keluhan apa saja yg ada d sekolah kami bisa d sampaikan masing2 guru

    BalasHapus
  26. Dalam penerapan K13 diperlukan peran serta seluruh elemen yang terkait,agarkendala yang muncul dapat diatasi secara bersama-sana.Jika semua pihak mau berkerjasama maka permasalahan yang ada akan dapat diselesaikan dengan baik

    BalasHapus
  27. Saya sependapat buk difa Orang tua peserta didik dan peserta didik juga merupakan salah satu pendukung dalam implementasi Kurikulum 2013. Seperti yang kita ketahui pendidikan anak itu di mulai dri lingkungan keluarga dan orang tua sngat berperan penting dalam pembentukan krakter anak

    BalasHapus